Ticker

6/recent/ticker-posts

Dispersip Tanah Bumbu Gelar Sosialisasi Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial

BATULICIN, dutakalimantan.net – Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Tanah Bumbu menggelar Sosialisasi Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial.

Sosialisasi dibuka oleh Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Tanah Bumbu, Yulia Ramadhani di Gedung Pemuda Kapet Kecamatan Simpang Empat, Senin (30/5).

Sosialisasi diikuti 76 kepala desa yang ada di Kabupaten Tanah Bumbu.

Sosialisasi Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial itu merupakan program prioritas nasional yang bertujuan untuk memperluas akses informasi melalui penguatan literasi demi terwujudnya kesejahteraan dan keadilan bagi masyarakat.

"Tujuan sosialiasi ini adalah memberikan pemahaman kepada kepala desa, khususnya pengelola perpustakaan desa tentang bagaimana mengelola perpustakaan berbasis inklusi sosial," ungkap Yulia Ramadhani, Rabu (1/6).

Yulia berharap melalui sosialisasi ini kepala desa bisa lebih terdorong untuk memberikan perhatian kepada perpustakaan desa serta pemberdayaan masyarakat.

Yulia menyebutkan kegiatan ini terbagi dalam dua sesi. Sesi pertama dihadiri peserta dari seluruh kepala desa di tiga kecamatan yakni Kecamatan Kuranji, Kusan Hulu dan Teluk Kepayang. Sementara sesi kedua yaitu dari Kecamatan Satui, Angsana dan Sungai Loban.

Sementara itu, Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Kalimantan Selatan yang diwakili Kepala Bidang Pelayanan dan Pembinaan Perpustakaan, Wildan Akhyar, mengatakan untuk memperkuat peran dan fungsi perpustakaan sebagai tempat belajar dan berkegiatan, pemerintah mengambil langkah untuk melakukan SPBIS.

Pelaksanaannya dilakukan dengan memberikan wawasan pengetahuan dan sekaligus keterampilan bagi pengguna perpustakaan.

“Harapan saya, upaya untuk meningkatkan kecerdasan dan kesejahteraan masyarakat melalui pemberdayaan perpustakaan dapat dimaksimalkan. Terlebih di era kemajuan teknologi saat ini, perpustakaan harus mengambil peran untuk menjadi pusat informasi dan pusat kegiatan masyarakat,” tuturnya.

Wildan Akhyar menekankan perpustakaan terbuka bagi siapa saja dari semua kalangan. Tidak ada batasan masyarakat. Semua itu perlu agar terwujud masyarakat yang berkeadilan dan dapat menuntaskan kemiskinan informasi. (Red).

Posting Komentar

0 Komentar