Breaking News

6/recent/ticker-posts

Zairullah Buka Sosialisasi Pengendalian Gratifikasi

BATULICIN, dutakalimantan.net – Guna mewujudkan Kabupaten Tanah Bumbu Bersujud yang bebas korupsi, Inspektorat Daerah setempat mengadakan Sosialisasi Pengendalian Gratifikasi.

Kegiatan tersebut dibuka langsung oleh Bupati Tanah Bumbu, Abah HM Zairullah Azhar di Gedung Mahligai Bersujud, Senin (14/3).

Selain Bupati, hadir pula Ketua dan Wakil Ketua DPRD Tanah Bumbu, Sekretaris Daerah,H Ambo Sakka, asisten, staf ahli, kepala SKPD, camat dan seluruh bendahara lingkup Pemkab Tanah Bumbu.

“Acara sosialisasi ini sangat penting dan semoga ini bisa menjadi berkah untuk kita bersama,” tutur Abah Zairullah

Bupati berharap dengan adanya kegiatan sosialisasi ini, semoga bisa mendapatkan ilmu, motivasi dan dorongan. Sebagaimana motto dari Tanah Bumbu Bersujud yang Bersih, Syukur, Jujur dan Damai menuju Serambi Madinah.

“Kita sangat meyakini, disaat motto Bersujud itu kita implementasikan di kehidupan sehari-hari, banyak hormon yang terbentuk secara ilmiah maupun ilahiyah,” ucap Abah Zairullah.

Mengingat korupsi termasuk kategori kejahatan yang luar biasa (Extra Ordinary Crime), Pemkab Tanah Bumbu pun terus melakukan upaya yang kongkret dengan menyusun regulasi terkait pengendalian gratifikasi, sesuai dengan arahan KPK.

Sementara itu, Pemeriksa Utama dari Direkrorat Gratifikasi dan Pelayanan Publik Komisi Pengawasan Korupsi (KPK), Muhammad Indra Furqon, memaparankan gratifikasi merupakan salah satu tindak pidana korupsi yang amat mudah terjadi di lingkungan pemerintahan, baik pemerintah pusat maupun daerah dengan cara mengabaikan ketentuan hukum dan moral yang berlaku.

Sebab, katanya, gratifikasi pada umumnya terjadi di bidang pelayanan publik untuk percepatan pelayanan atau kaitannya dengan mendapatkan keuntungan dari pihak tertentu tanpa melalui prosedur sebagaimana mestinya.

Selanjutnya, menurut Indra Furqon, gratifikasi adalah pemberian dalam arti luas, yang meliputi pemberian uang, barang, rabat (diskon), komisi, pinjaman tanpa bunga, tiket perjalanan, fasilitas penginapan, perjalanan wisata, pengobatan cuma-cuma, dan fasilitas lainnya.

“Jangan sampai ketika gratifikasi, tidak melapor karena menganggap gratifikasi itu adalah sebuah rejeki, awalnya netral, tapi kenapa jadi terlarang ketika berhubungan dengan jabatan,” pungkasnya. (Red).

Posting Komentar

0 Komentar