Breaking News

6/recent/ticker-posts

Pemkab Tanah Bumbu Ikuti Rakor Perkembangan Covid-19 di Kalsel

BATULICIN, dutakalimantan.net - Pemkab Tanah Bumbu mengikuti rapat koordinasi (Rakor) yang diselenggarakan Pemprov Kalsel secara virtual, Selasa (8/2).

Rakor bersama seluruh pemerintah kabupaten dan kota se Kalsel itu dalam rangka perkembangan kasus Covid-19 varian Omicron yang terjadi di wilayah Kalsel.

Dalam rakor itu, seluruh kabupaten dan kota melaporkan kondisi terkini perkembangan kasus yang terjadi di wilayahnya, termasuk di Bumi Bersujud.

Asisten Pemerintahan dan Kesra Tanah Bumbu, Hj Mariani, menyampaikan menghadapi potensi terjadinya lonjakan dalam kasus Omicron, Pemkab Tanah Bumbu memiliki tempat isolasi terpadu yang mampu menampung hingga 222 tempat tidur. 

Tempat tersebut tersebar di RSUD dr H Andi Abdurrahman Noor sebanyak 100 tempat tidur, RS Marina 18 tempat tidur dan Rumah Sakit Darurat khusus Covid-19 sebanyak 104 tempat tidur.

Selain itu, Pemkab Tanah Bumbu juga mengeluarkan edaran bagi perusahaan yang ada di Bumi Bersujud agar menangguhkan cuti karyawannya untuk mengurangi risiko penularan dari perjalanan keluar daerah.

Dalam kesempatan itu, Hj Mariani juga melaporkan pencapaian target vaksinani yang telah dicapai. Yaitu untuk vaksinasi dosis pertama sampai mencapai 89,61 persen, vaksinasi dosis kedua sebanyak 59,25 persen dan vaksinasi ketiga atau booster di posisi 1,37 persen.

Selanjutnya, sebagai bentuk komitmen agar target sasaran dapat segera tercapai, maka Pemkab Tanah Bumbu terus melakukan sosialisasi ke masyarakat serta mengupayakan kegiatan vaksinasi secara door to door dengan melibatkan seluruh kecamatan dan desa.

Sementara itu, Sekretaris Daerah Provinsi Kalsel, Roy Rizali Anwar, meminta seluruh daerah melakukan percepatan vaksinasi, terutama untuk lansia, anak-anak dan booster.

Ia juga meminta agar pemerintah kabupaten dan kota menyiapkan tempat isolasi terpadu dengan menggunakan sarana yang tersedia, mengingat tingkat penularan varian Omicron yang cenderung tinggi.

Sekda juga meminta pemerintah kabupaten dan kota untuk waspada dan tidak lengah dalam menghadapi kasus Omicron, dengan tetap melaksanakan protokol kesehatan serta memberikan edukasi dan pemahaman untuk meningkatkan kesadaran masyarakat dalam pengendalian pandemi Covid 19 di Kalsel. (Red).

Posting Komentar

0 Komentar